Contoh Puisi dan Parafrasanya



Contoh Puisi (1)

Kado Untuk Pejuang
Apa kau tahu cahaya apa yang akan menyingsing?
cahaya itu tak akan pernah padam
cahaya itu api, yang kian hari kian berkobar
cahaya itu kemuliaan, keadilan , kasih sayang, perjuangan....
Kehadirannya pasti, yakinku padanya seperti yakinku akan hari kebangkitan
Lalu disaksikan dengan dunia......
Setiap asa yang terukir, setiap nafas yang berharap
Hanya satu jawaban kemuliaan: ”Menanti takkan sama dengan berjuang.”
Menunggu hanyalah pekerjaan para pecundang
Diam takkan mengubah apapun, apapun takkan berubah dengan hanya diam
Bahkan walaupun itu semudah membalikkan telapak tangan
Jika menanti dan menunggu, api tak akan pernah menyala
Kemuliaan takkan pernah datang
Lalu setiap asa yang terukir, dan nafas yang berharap
Hanya akan terkubur dalam gelap yang amat sangat
Kita hanya berada dalam dua pilihan
Memilih menjadi pecundang, lalu mati tanpa membawa kemuliaan
Atau memilih jadi pejuang walau harus berlumuran darah perjuangan,
Namun kematian kita seharum darah syuhada????
karena
Cahaya yang abadi, Cahaya yang tak kan pernah mati
Hanya akan terjadi, hanya akan kembali, hanya akan menerangi
Dengan perjuangan menyalakan api dan perjuangan yang tak takut mati
Perjuangan untuk menyaksikan cahaya yang menyingsing
cahaya yang membawa kemuliaan, keadilan dan kasih sayang
adalah
sebuah perjuangan yang tak pernah mati

Contoh Parafrasa Terikat dari Contoh Puisi (1)

Kado Untuk Pejuang
Apa kau tahu Cahaya apa yang akan (datang) menyingsing ?
cahaya itu (yang datang menyingsing) (adalah cahaya) tak akan pernah padam
cahaya itu(diibaratkan) api, yang kian hari kian berkobar
cahaya itu (adalah) kemuliaan, keadilan , kasih sayang, perjuangan....
Kehadirannya(cahaya yang berupa rasa keadilah dan kesejahteraan) pasti, yakinku padanya seperti yakinku akan hari kebagkitan
Lalu disaksikan dengan Dunia ......
Setiap asa (harapan untuk menyaksikan cahaya menyingsing) yang terukir Setiap nafas yang berharap
Hanya satu jawaban kemuliaan: ”Menanti takkan sama dengan berjuang.”
Menunggu (datangnya cahaya) hanyalah pekerjaan para pecundang
Diam takkan mengubah apapun, apapun takkan berubah dengan hanya diam
Bahkan walaupun itu semudah membalikkan telapak tangan
Jika menanti dan menunggu, api tak akan pernah menyala
Kemuliaan takkan pernah datang
Lalu setiap asa yang terukir, dan nafas yang berharap
Hanya akan terkubur (sia-sia) dalam gelap yang amat sangat
Kita hanya berada dalam dua pilihan
Memilih menjadi pecundang, lalu mati tanpa membawa kemuliaan
Atau memilih jadi pejuang walau harus berlumuran darah perjuangan,
Namun kematian kita seharum darah syuhada????
karena
Cahaya yang abadi, Cahaya yang tak kan pernah mati
Hanya akan terjadi, hanya akan kembali, hanya akan menerangi
Dengan perjuangan menyalakan api dan perjuangan yang tak takut mati
Perjuangan untuk menyaksikan cahaya yang mengingsing
cahaya yang membawa kemuliaan, keadilan dan kasih sayang
adalah
sebuah perjuangan yang tak pernah mati

Contoh Puisi (2)

Terpaku
Ingin memilih dua jalan menuju kebahagiaan
Petunjuk, di mana kudapatkan
Tersembunyi dalma peti tertutup debu noda
Berkunci kalimat terindah tiada banding
Aku cari kunci, kudapatkan
Tapi tak bisa menggunakan, apa yang dikatakan?
Saat diucapkan benarkah tanpa makna?
Lalu kurenungkan benarkah ini begitu indah ?
Tak dapat kurasakan, aku mulai bosan.
Kucari jalan kebahagian kedua.
Kunci bergantung jelas, berkilau, memukau.
Berhiaskan permata...mempesona.
Amat mudah kugunakan.
Lalu aku bertanya sebegini mudahkah kebahagiaan ?
Buang kunci, lalu aku tersungkur
Dalam tingkat terendah kesombongan hati
Terjatuh dalam kepongahan benteng hati
Terlepas dalam penjara kediktatoran otoriter
Tersenyum dalam arti kepuasan jiwa mencari bahagia
Lalu berseru begitu mudah kebahagiaan
Kata pembuka kunci penuh debu noda
Kulantunkan begitu damai
Kuucapkan
Terasa lepas beban, ringan terasa
Kalimat terindah tiada banding
Membuka peti penuh debu noda
Kalimat taubat
Aku gunakan sebagai kunci kebahagiaan.

Contoh Puisi (3)

Hanya Sebuah Janji
Kepingan jiwa yang pecah, lalu terhambur
Mengisi kolong-kolong jiwa lain yang asing
Mengumpulkannya dalam sebuah figura
Malekatkannya di atas langit khayalan tertinggi
Lalu kembali terhambur
Pecahan terkecil tersembunyi
Didalam sebuah benteng jiwa, kaku, beku, tanpa kata
Mengintip isi jiwa kaku beku
Terbius suasana sendiri tanpa lentera cinta
Hangat hanya jadi impian
Sebatang korek teringat harus dibawa
Lentera mulai menyala
Kulihat ada sebuah taman indah
Di dalam benteng jiwa kaku beku
Terpesona dalam sendiri
Lalu lentera semakin jelas menerangi
Sekeping jiwa pecah terselip indah dibingkai mutiara kata
Terbata-bata mengucap kata tanya mengapa
Tertatih-tatih untuk segera sadar
Membiarkan kepingan jiwa tinggal disana
Tetap di bingkai mutiara kata dalam benteng jiwa
Yang begitu indah dengan rangkaian mimpi
Setiap mengingatnya, tersadar bahwa kepingan jiwaku
Ada di sebuah benteng jiwa kaku beku yang ku sebut
Hanya sebuah janji.
Untuk contoh puisi (2) dan (3), silakan Anda membuat parafrasanya, baik yang bebas maupun terikat. Selamat berlatih. Semoga tulisan ini bermanfaat dalam memberikan contoh puisi beserta parafrasanya.
Title : Contoh Puisi dan Parafrasanya
Description : Contoh Puisi (1) Kado Untuk Pejuang Apa kau tahu cahaya apa yang akan menyingsing? cahaya itu tak akan pernah padam cahaya itu ap...

0 Response to "Contoh Puisi dan Parafrasanya"

Posting Komentar